6 Macam Seni Digital Paling Populer

Seni digital foto sudah ada dan berkembang cukup lama, hanya saja penggunaannya tidak sebanyak dan sepenting belakangan ini. Kemajuan teknologi memang menjadi salah satu pengaruhnya, mengingat dengan teknologi semacam software tertentu Anda sudah bisa membuat berbagai model atau desain foto, mulai dari abstrak hingga yang begitu nyata.

Perkembangannya kini semakin melaju pesat dan hal itu membuat seniman lukis biasa jumlahnya relatif menurun. Meskipun demikian, adanya seni digital ini disambut baik oleh kebanyakan orang, bukan hanya seniman saja namun juga pelaku bisnis.

Macam-Macam Seni Digital Foto yang Paling Populer

Sejak hadirnya komputer di tengah kehidupan manusia, semua hal menjadi lebih mudah dan serba canggih, tak terkecuali dalam hal seni foto atau gambar. Orang tidak perlu lagi menggambar secara manual untuk sekedar membuat logo, poster, dan lain sebagainya. Togel Semuanya sudah bisa dibuat secara digital dalam komputer.

Pada dasarnya ada banyak sekali jenis seni digital, khususnya dalam hal foto. Namun, yang paling populer adalah sebagai berikut:

  1. Line Art

Line art merupakan seni grafis yang menonjolkan aspek garis-garis seperti ketebalan, warna garis, panjang garis hingga bayangan. Ciri khasnya adalah garis berwarna monokrom seperti hitam maupun putih. Tidak ada sentuhan warna lain baik, terlebih yang begitu mencolok. Tak heran jika hasil foto ataupun gambarnya tampak seperti sketsa.

Lalu untuk apa saja line art itu?

Banyak sekali contoh yang bisa diambil dari jenis seni digital foto yang satu ini. Diantaranya adalah logo, undangan, desain kemasan, komik, hingga desain web. Line art ini diklaim cukup ampuh untuk memudahkan seseorang memahami informasi tertentu. Tak heran jika ia pula sering diaplikasikan untuk membuat infografis atau semacamnya.

  • Vector Art

Vector art adalah jenis seni grafis yang meonjolkan garis maupun kurva. Pemilihan warnanya sangat beragam, namun umumnya lebih pada warna yang kalem atau pastel. Teksturnya cukup pekat dan tebal, sehingga menjadikan hasilnya tampak seperti gambar kartun yang lebih nyata.

Tak heran jika desain vektor ini sering dipakai oleh kartunis untuk menggambar dan semacamnya. Dengan itu, Anda akan lebih mudah mengubah bentuk, ukuran, hingga parameter tanpa harus khawatir kualitas gambar menurun. Tampilannya akan tetap tajam dan mencolok dengan paduan geometris semacam kotak, lingkaran, elips, dan polygon dan lainnya.

Kelebihan lainnya dari gambar vektor ini adalah tidak mudah pecah, meskipun diperbesar semaksimal mungkin. Sebab, garis-garisnya tidak berpengaruh sama sekali pada resolusi gambar. Meskipun begitu, seorang desainer gambar atau foto harus pandai merangkai beberapa bentuk tersebut supaya menjadi objek yang menarik dan bahkan bermakna.

  • Flat Design

Jenis seni mendesain yang satu ini sudah sangat umum digunakan untuk berbagai kebutuhan. Desainnya cukup simple dengan warna dasar yang mencolok dilengkapi pula beberapa objek tertentu sesuai dengan tema yang diangkat. Dari situ tidak ada efek bayangan, vektor, bevel, dan lain sebagainya.

Karena itulah, bisa dikatakan flat desain ini merupakan seni digital foto yang lebih mudah dari yang ada. Cocok pula untuk pemula yang ingin belajar desain foto atau gambar. Anda tidak perlu memikirkan tentang garis, bayangan, dan sebagainya. Hanya saja membutuhkan kreativitas, khususnya dalam hal memadukan warna satu dengan lainnya.

Tak lupa objek yang digunakan harus tampak jelas sesuai dengan tema. Contohnya adalah poster, infografis, dan semacamnya yang berupa karya foto dua dimensi. Bukan hanya itu, flat desain juga sudah digunakan pada smartphone, windows laptop, dan computer, khususnya di bagian user interface.

  • Manipulation Art

Merupakan seni desain yang lebih fokus pada mengedit suatu foto atau gambar supaya terlihat lebih menakjubkan. Ia merupakan paduan antara cahaya, warna, dan sudut perspektif hingga menghasilkan manipulasi penglihatan bagi audiens. Umumnya, seni foto yang satu ini berupa tiga dimensi dan tampak nyata dalam suatu ruang.

Tentu Anda sudah sangat familiar dengan foto ataupun gambar seperti halnya gambaran di atas. Memang hal itu sudah banyak bertebaran di instagram, website, path, dan lain sebagainya. Rasa heran dan takjub akn muncul bagi Anda yang belum mengetahui pasti seluk beluk seni foto manipulasi.

Untuk memperoleh hasil gambar yang menakjubkan dibutuhkan trik serta keahlian. Jika gambar diambil dari jepretan kamera tentu juga metode, cara, maupun perlengkapan lain sebagai pendukung saat mengambil gambar. Begitu pula jika berupa gambaran, tentu ada cara dan trik saat membuatnya dalam software, disamping imajinasi dan kreativitas.

  • Ilustrasi

Merupakan paduan antara vektor dengan manipulation art. Mengapa demikian? Sebab, hasil foto ataupun gambarnya tampak lebih aneh, abstrak, kompleks serta mempunyai makna yang dalam. Jenis seni desain inilah yang membutuhkan kreatifitas dan imajinasi tiada batas supaya tetap menghasilkan gambar-gambar yang menakjubkan.

Ia merupakan hasil hasil ilusi semata yang dituangkan dalam suatu gambar. Sehingga hasilnya akan tampak tidak nyata. Bisa saja berupa lukisan tangan, gambar hasil software, maupun fotografi. Gunanya hanya untuk memperjelas suatu pernyataan ataupun peristiwa. Seni yang satu ini tentu sering Anda temui pada cover buku, komik, dan lainnya.

  • Fotografi

Siapa yang tidak kenal fotografi? Seni yang satu ini semakin banyak peminatnya seiring dengan pesatnya teknologi dan informasi. Anda hanya membutuhkan kamera dan sedikit keahlian dalam mengambil gambar sudah bisa melakukannya. Bahkan tanpa kamera aslipun bisa, misalnya menggunakan kamera ponsel yang sudah sangat canggih.

Selama ini memang banyak orang yang sekedar sebagai penikmat hasil karya fotografi, namun banyak pula yang menggelutinya. Betapa kini setiap orang dimanjakan dengan media sosial semacam instagram sebagai membagikan setiap momen atau peristiwa dalam bentuk foto maupun video.

Semuanya bisa Anda temukan di sana. Tak terkecuali gambar pemandangan, foto pribadi seseorang hingga gambar binatang dan lain sebagainya. Nampaknya seolah semua orang adalah fotografer, namun tidak semua professional. Tentu saja hanya beberapa yang ahli, sebab seni fotografi ini membutuhkan skil dan teknik tertentu untuk mendapatkan hasil maksimal.

Semua jenis seni digital tersebut bisa Anda buat menggunakan software khusus seperti corel draw, adobe potoshop, macromedia flash, adobe Illustrator.dan masih banyak lagi. Tentunya masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan.  

Sejarah Seni dan Kebudayaan

Sejarah Kebudayaan

Manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya karena perilakunya sebagian besar dikendalikan oleh budi atau akalnya. Kata berbudaya berasal dari kata Sansekerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari kata budhi yang berarti akal. Dalam bahasa asing lainnya terdapat kata-kata seperti culture (Inggris), cultuur (Belanda) atau Kultur (Jerman). Berasal dari kata Latin coltere yang berarti pemeliharaan, pengolahan, dan penggarapan tanah menjadi tanah pertanian. Dalam arti kiasan kata-kata itu juga diberi arti “pembentukan dan pemurnian”, misalnya pembentukan data sgp dan pemurnian jiwa.

Kebudayaan menurut E.B. Taylor, “Kebudayaan adalah kompleks keseluruhan yang mencakup ilmu pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan, serta kebiasaan-kebiasaan lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat”. Menurut Koentjaraningrat, ”kebudayaan sebagai keseluruhan dari kelakuan dan hasil kelakuan manusia yang teratur oleh tata kelakuan, yang diperoleh melalui belajar dan tersusun dalam kehidupan masyarakat”.

Sejarah Kebudayaan memang sangat sedikit ditulis oleh seorang sejarwan. Sejarah kebudayaan sebagai bagian dari sudut pandang sejarah dalam melihat suatu peristiwa. Untuk tulisan sejarah budayadalam kajian antropologi, filsafat dan jurnalisme telah banyak diterbitkan. Namun, kesemuanya merupakan patokan pengmatan kebudayaan pada masa kini atau berupa kajian kontemporer saja, bukan sebagi proses historis.

Namun, kajian sejarah tentang kebudayaan sudah diaktualisasikan berupa karya dari Darsiti Suratman, Kehidupan Dunia Kraton Surakarta 1830-1939 atau Djoko Soekiman, Kebudayaan Indisch. Kedua buku tersebut merupakan kajian yang mendekati sejarah kebudayaan dalam tema, tetapi masih belum berupa sejarah kebudayaan dalam pendekatan.

Dalam memberikan gambaran Kuntowijoyo tidak memberikan keputusan dalm penulisna sejarah kebudayaan namun ia membrikan rujukan yang bisa dianut oleh sejarawan. Kuntowijoyo mencuplik dari buku milik Karl J. Weintraub, memuat tradisi historiografi kebudayaan dari sejarawan Eropa.

Seperti Voltaire dengan ukuran untuk menyebut masyarakat, bangsa, dan rakyat beradab; burckhard, berusha dalam penemuan struktur dan tata dalam sejarah kebudayaan. Menurut Burckhard, kebudayaan ialah kenaytaan campuran sedangkan tugas sejarawan adalah mengkoordinasikan elemen-elemn dalam gambaran umum.

Burckhard menggambarkan sejarah kebudayaan sebagai fragmen-fragmen yang disatukan seperti mozaik. Lamprecht, sejarah kebudayaan ialah sejarah sejarah dari seeleben (kolektifitas yang berupa apa saja, di mana ada jiwa zaman, dan di situ ada kebudayaan), kehidupan rohaniah suatu bangsa, melalui jiwa yang terbelenggu atau jiwa yang bebas.

Heuizinga kebudayaan sebuah struktur, sebuah bentuk. Sejarah sebagai bentuk kejiwaan dengan apa sebuah kebudayaan menilai masa lampau. Sejarah kebudayaan menurut Heuzinga adalah usaha mencaru ”morfologi budaya”, studi tentang struktur.

Kemudian, pandangan Kuntowijoyolebih ditujukan kepada pandangan Burckhardt dan Huizinga, karena dianggap sebagi penulis klasih sejarah kebudayaan. Burckhardt telah mampu untuk memisahkan antara kajian antropologi dengan kajian sejarah. Perbedaan itu terletak pada pendekatan yang sinkronis, sistematis, tetapi tanpa kesalahan kronologis dalam peyajiannya. Kedua, usahanya memperluas bahan-bahan kajian sejarah kebudayaan dengan memberikan gambaran secara keseluruhan.

Huizinga juga menambahkan bahwa pentingnya general thema dalam sejarah kebudayaan dan tugas sejarah kebudayaan adalah mencari pola-pola kehidupan, kesenian, dan pemikiran bersama-sama. Tugas itu adalah pemahaman secara morfologis dan deskriptif adari kebudayaan yang aktual, tidak dalam bentuk abstrak sehingga dalam penjelasan sejarah kebudayaan yang diungkapkan haruslah aktual dan konkret.
Gambaran umum dapat dicapai dengan menemukan central concept sebuah kebudayaan, meskipun ada kalanya sebuah kebudayaan memiliki banyak pusat (plural centre).

Kalu orang akan menulis bagian-bagian dari kebudyaan, tanpa mengkaitkan sengn konsep sentral, hasilnya bukanlah sejarah kebudyaan, tetapi sejarah yang tertentu dan khusus. Sejarah kesenian, misalnya, yang ditulis tanpa mengingat tema umum budayanya, adalah sejarah kesenian, bukan sejarah kebudayaan.

Dalam penulisan sejarah kebudayaan perlu diperhatikan tentang kecenderungan penulisan sejarah agar tidak masuk dalam kajian antropologi dan tidak memakai scope yang lebih kecil karena bisa masuk pada bagian dari sejarah kebudyaan. Kajian sejaraj dengan kajian antropologi hampir sama dalam metodologi yang dipergunakan, namun berbeda dalam dalam melakukan kritik sumber.

Sejarawan akan melakukan kritik sumber lebih detail daripada kritik yang digunakan oleh antropolog. Namun, sejarawan tidak boleh terjebak dengan tulisan antropologi yang bersifat historis seperti tulisan dari Pujo Semedi, Depletion of The Java Sea’s Fish Stock, 1860’s-1990’s. Tulisan itu seakan-akan menggambarkan kecenderungan bahwa tulisan tersebut masuk dalam ranah sejarah, namun perlu diperhatikan bahwa pengambilan tahun yang sangat panjang menajdi salah satu bentuk yang perlu ditandai.
Masuknya sejarah kebudayaan ke dalam sejarah yang bersifat khusus, seperti sejarah kesenian, atau sejarah yang masih mengandung sifat budaya merupakan turunan dari sejarah kebudayaan itu sendiri.

Sejarah Seni

Kesenian adalah salah satu unsur kebudayaan yang keberadaannya sangat diperlukan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu kesenian mempunyai bidang-bidang cakupan yang cukup luas dan beragam.
Sementara itu menurut Richard L. Anderson seni mempunyai sifat umum yang dapat dijumpai dimanapun.
Sifat-sifat tersebut adalah:

1. mempunyai arti yang bermakna budaya, seperti menjadi sarana hubungan dengan kekuatan adikodrati, menjadi sarana komunikasi dan pendidikan.

2. memperlihatkan gaya, yaitu gaya yang dipandang sebagai tradisi milik bersama dalam suatu kebudayaan dan sebagai tanda agar seni dapat menyampaikan arti.

3. memerlukan kemahiran khusus untuk menghasilkan suatu karya seni sehingga seseorang seniman dapat dibedakan dari orang dewasa.
Sifat-sifat seperti tersebut kiranya juga dimiliki oleh kesenian yang hidup dan berkembang pada masa Jawa kuno.
Seni Pertunjukan adalah segala ungkapan seni yang substansi dasarnya adalah yang dipergelarkan langsung di hadapan penonton. Seni pertunjukan dapat dipilah menjadi tiga kategori yakni:
1. Musik (vokal, instrumental, gabungan)
2. Tari (representasional dan non-representasional)
3. Teater (dengan orang atau boneka/wayang sebagai dramatis personae).

Jagad seni adalah jagad refleksi kemanusiaan, sebuah dialektika tiada henti yang hanya akan berakhir pada saat sirnanya manusia dari atas bumi.
Tentang mampu tidaknya pengarang menyelesaikan masalah yang hendak dipecahkannya itu, sudah tentu, bukan sesuatu yang ditentukan olehnya.

Tetapi hal-hal yang menarik perhatiannya itu mempunyai hak sepenuhnya akan perhatian semua siswa mengenai masalah-masalah estetika, artinya, perhatian semua pihak yang menaruh minat pada seni, persajakan dan kesusasteraan. Semua mengakui tingginya arti-penting sejarah seni, terutama sejarah persajakan; karena demikian halnya, maka pertanyaan-pertanyaan: apakah seni itu? apakah persajakan itu? tidak bisa tidak mempunyai arti yang penting sekali.
Agak sulit rasanya untuk membicarakan perkembangan seni pertunjukan di Indonesia secara keseluruhan, sebab masing-masing kategori (musik, tari dan teater) memiliki karakter dan kekhasan tersendiri dan sangat kompleks.

Salah satu bentuk sejarah seni adalah Karya dari Soedarsono dalam Wayang Wong: The State Ritual Dance Dramain the Court of Yogyakarta.menurut sumber lain, Sejarah Seni atau yang lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Art History merupakan sebuah studi untuk mempelajari perkembangan seni dan konteks gayanya. Termasuk diantaranya genre, desain, format dan gaya seni. Hal ini termasuk diantaranya mempelajari seni dalam aliran yang utama seperti lukisan, patung, dan arsitektur. Beberapa seni dalam aliran yang lebih kecil seperti seni keramik, furnitur, dan seni dekorasi lainnya juga dipelajari dalam sejarah seni.

Sejarah seni mencakup beberapa metode untuk mempelajari seni rupa; yang secara umum berarti mempelajari penggunaan seni dan arsitektur. Aspek dari disiplin ilmu ini seringkali daling tumpang tindih antara satu dan lainnya. Seorang Sejarawan seni Ernst Gombrich pernah berkata, “cabang ilmu sejarah seni sangat mirip dengan Galia yang dibagi menjadi tiga pada masa Julius Caesar, yang setiap daerahnya dihuni oleh tiga suku yang berbeda yaitu connoisseurs (orang yang memiliki pemahaman mendalam tentang sejarah seni, kritikus seni, dan sejarawan seni dari kalangan akademiss”.

Sebagai sebuah disiplin ilmu, sejarah seni berbeda dengan kritik seni, yang lebih mementingkan hubungan antara nilai artistik dari suatu karya individu dengan gaya lainnya, atau mendukung gaya atau gerakan tersebut; dan teori seni yang lebih memfokuskan terhadap sifat dasar seni. Salah satu cabang dari ilmu ini adalah estetika, yang termasuk diantaranya menyelidiki teka-teki kesempurnaan seni dan mencoba menentukan inti dari kecantikan.

Secara teknis, sejarah seni tidak membahas hal tersebut, karena sejarawan seni lebih menggunakan metode sejarah untuk menjawab pertanyaan seperti: Bagaimana cara seniman menciptakan karya mereka? Siapa penyandang dana mereka? Siapa guru mereka? Siapa penontonnya? Siapa murid mereka? Kejadian sejarah apa yang mempengaruhi karya seni mereka? dan bagaimana hubungan para seniman dengan karya mereka? Banyak pertanyaan seperti ini dipertanyakan apakah dapat dijawab dengan memuaskan tanpa memikirkan pertanyaan mendasar mengenai sifat asli seni itu sendiri. Sayangnya jurang perbedaan antara sejarah seni dan filosofi seni (estetika) menghalangi tercapainya kepuasan tersebut.